Anak Gadis Dingentot Sama Bapa

Anak Gadis Dingentot Sama Bapa

Anak Gadis Dingentot Sama Bapa, Bokep barat ayah ngentot anak, bapak anak, Bokep ayah kandung sama anak main, Bapak Ngentot Anak, Ngentot Sama Anak ku yang sangek, Ayah Maen Sama Anak Ahh Sedapp, Anak SMA Ngentot Sama SPG Rokok, Ngentot Gadis Panti Pijat, ngewe sama bapak, bokep bpk vs anak indo, bokep lagi sendiri ama ayah, ngentot sama ayah, sex sama ayah, bokep indo anak sama tante anak bapak ngentot perawan, Ngentot Anak Tiri Mesum Sampe Puas, Anak ngentot dengan ibu istri di rumah sepi

Anak Gadis Dingentot Sama Bapa

Aku dan istriku tak pernah mempunyai apa yang kamu biasa sebut dengan kehidupan seks yang menarik. Saat kami mengerjakan seks, seringkali hanya dalam posisi yang lumrah saja. Irama kehidupan seks kami yang boleh kukatakan menjemukan itulah, aku mulai berfantasi mengenai ‘hal dan orang lain’. Bagi bahan fantasiku, aku membudayakan menonton film porno di malam hari setelah seluruh orang di tidur.

Yang mengejutkanku, banyak sekali film porno tersebut selalu melibatkan seorang gadis muda. Dalam umur kepala tiga, aku tak pernah memikirkan perempuan yang lebih muda hingga aku menonton film-film itu. Aku sadar bila ternyata gadis-gadis muda sangatlah panas.

Hal beda yang unik perhatianku ialah kenyataan bila permainan lesbian paling populer. Aku mulai tertarik dengan gadis muda yang mencumbui vagina gadis muda lainnya yang lembut, aku memiliki tiga orang anak gadis yang beranjak remaja, kulihat teknik mereka berpakaian, teknik jalannya, dan segala tingkah laku mereka.

agen dominoqq

Yang tertua ialah Irma. Dia memiliki puting yang sangat besar, branya barangkali D-cup atau lebih besar. Aku yakin teman-teman cowoknya tidak sedikit yang menyimak dadanya. Irma pun mempunya pantat yang kencang dan besar.

Yang sangat muda Tia. Tia barangkali yang sangat cantik salah satu ketiganya. Masalahnya ialah dia pemalas, duduk dan tak menggarap apa juga sepanjang waktu. Jadi pantatnya menjadi melebar..? Putingnya baru mulai tumbuh. Dan di samping itu dia tomboy, aku jadi mempertanyakan jenis kelaminnya. Dia lebih suka berada salah satu cowok daripada cewek.

Eva yang di tengah, salah satu anak-anakku, tubuhnya lah yang terbagus. Bagiku, dia memiliki tubuh dalam fantasiku. Dia mempunyai tubuh yang sempurna dengan bra B-cupnya, atau C-cup kecil. Rambutnya yang panjang sampai melewati bahunya, dan matanya tidak jarang kali nampak mempesona. Masalahnya dia yang sangat bandel. Selalu menciptakan masalah. Dia pun sadar bila dia punya tubuh yang bagus dan selalu menggunakan pakaian yang menunjukkan hal itu. Di antara anak-anakku, Eva lah yang jadi bahan angan-angan utamaku. Setiap kali aku menyetubuhi istriku, Eva lah yang terdapat dalam benakku!

Kisah ini berawal dengan Irma dan temannya Cindy. Cindy satu tahun lebih muda, namun mereka paling akrab. Cindy tidak jarang kali menginap di kami minimal sekali sebulan. Cindy paling kurus, dadanya kecil, tapi paling manis.

Suatu malam ketika Cindy menginap, aku mulai menyaksikan film porno laksana biasa. Suaranya kumatikan jadi aku bisa mendengar bila ada orang yang mendekat. Entah bagaimana suara yang kudengar tak lagi laksana orang yang sedang ngobrol. Kadang kudengar suara erangan.. Yang lama-lama lumayan keras juga.

Kudorong pintunya tidak banyak terbuka. Apa yang kulihat didalam paling mengejutkanku. Cindy dan Irma berbaring di lantai dengan Tia diantara mereka. Kepala Cindy berada diantara paha Irma dan kepala Tia terdapat di sela paha Irma.

agen dominoqq

Aku terus menyimak mereka sampai paha Irma memegang erat kepala Cindy dan terlihat kelihatannya dia bakal ‘memecahkan’ putingnya sendiri ketika dia menemukan orgasmenya pada wajah Cindy. Aku terkejut mundur ketika kurasakan terdapat tubuh yang mengurangi punggungku. Saat kutengok, kulihat Eva sedang berdiri di depanku. Eva memandangku dengan mata indahnya dan bertanya..

“Apa Papa menikmatinya?” kemudian dia menyaksikan ke bawah dan meremas penisku yang telah keras.
“Tak butuh dijawab, aku dapat lihat dan kurasa Papa menikmatinya.”

“Kenapa Papa tak lepas saja celana Papa dan bergabung dengan kami?” tanyanya bersamaan dengan tangannya yang bergerak masuk dalam celanaku dan mulai meremas penisku dengan pelan.

Dan kelihatannya aku tak mengharapkan hal beda di samping ikut bergabung dengan anak-anakku, tapi..

“Papa nggak bisa, Mama kalian bakal membunuh Papa.” Aku dengar suara Irma ketika aku mulai menjauhi mereka.
“Papa nggak tahu apa yang Papa lewatkan!”

Melihat isteriku yang berjuang meraih orgasmenya membuatku terangsang kembali. Kuremas payudarnya, kubayangkan yang berada dalam genggamanku ialah milik Irma. Kupelintir putingnya diantara jariku, keras dan lebih keras lagi, tak barangkali menghentikan aku. Dia menggelinjang kegelian, tangannya semakin mengurangi kelentitnya. Ini kesatu kalinya kurasakan cairan vagina isteriku memancar padaku. Orgasmenya kali ini terhebat dari yang pernah didapatkannya. Aku jadi beranggapan apa dia benar-benar puas dengan kehidupan seks kami sebelumnya.

Isteriku mulai melemah. Aku belum kali ini, jadi kugulingkan tubuhnya kesamping dan segera menindihnya. Langsung kuhisap putingnya dengan bernafsu. Kusetubuhi dia dengan kekuatan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Aku mulai menikmati orgasmeku bakal segera meledak. Saat puncakku semakin dekat, kugigit putingnya tidak banyak lebih keras, yang membawanya pada orgasmenya. Dan ketika kurasakan dinding vaginanya berkontraksi pada penisku, kutembakkan spermaku jauh didalam tubuhnya guna kedua kalinya dalam tiga puluh menit ini. Kuturunkan tubuhku dari atasnya.

“Tadi sungguh hebat” kata isteriku.
“Seharusnya anda lebih sering lakukan kaya tadi.”

situs qq

Saat aku bangun keesokan harinya, isteriku telah tak terdapat di sampingku. Tiba-tiba kejadian tadi malam pulang terbayang. Kupejamkan mataku menikmatinya dan tanganku bergerak kebawah mulai mengocok penisku yang mengeras. Aku nyaris saja menemukan orgasmeku ketika kudengar..

“Kenapa Papa tak tidak mempedulikan kami saja yang mengerjakan untuk Papa?”

Kubuka mataku segera dan terkejut saat menyaksikan Irma dan Cindy berdiri di pintu kamarku. Orgasmeku mustahil kucegah seiring dengan bayang-bayang wajah Cindy yang belepotan dengan cairannya Irma yang melintas di benakku.

“Ups, terlambat!” kata Irma ketika mereka meninggalkan kamar.

Aku langsung bangkit dan segera mandi. Aku nyaris selesai mandi ketika tiba-tiba isteriku membuka pintu kamar mandi dan menyelinap masuk.

“Anak-anak telah pergi. Ayo bersenang-senang.”

Isteriku berjongkok di depanku dan memasukkan penisku yang masih loyo ke mulutnya. Penisku mulai membesar dalam mulutnya sebab rangsangan lidahnya yang bergerak liar. Penisku kian membesar dan kurasakan kepala penisku meluncur masuk ke tenggorokannya. Dia tak menariknya bibirnya semakin ditekankan ke rambut kemaluanku. Lalu kurasakan dia mulai menelan, gerakan tenggorokannya serasa ombak hangat yang basah pada penisku. Dan urusan ini kesatu kalinya untuk kami juga. Rasanya sungguh dahsyat, sesuatu yang belum pernah kualami. Isteriku mempunyai kemahiran yang disembunyikan dariku.

Pelan-pelan dikeluarkannya penisku dari tenggorokannya kemudian dimasukkannya lagi seluruhnya. Dia menatapku dengan penisku yang terkubur dalam mulutnya dan dengan pelan dikeluarkannya lagi.

“Kamu menyukainya sayang?” tanyanya.

Sebelum aku bisa menjawabnya dia melakukan urusan tersebut lagi, menelanku seluruhnya. Dia mulai menggerakkanya masuk dalam mulutnya, dan tetap memandangku ketika dia mengerjakan itu. Isteriku mulai mendongkrak temponya sampai aku mustahil menahannya lebih lama lagi ketika tiba-tiba dia berhenti..

“Hei, hei, tunggu dulu bung. Belum waktunya. Lubangku yang beda perlu dimasuki, tahu.” katanya.

Isteriku berdiri dan berputar. Dia menunduk di depanku, merapatkan pantatnya padaku. Penisku terjepit di lubang anusnya maka kuarahkan pada vaginanya.

“Siapa suruh memindahkan senjatamu?” tanyanya.
“Kembalikan ke lokasi semula!”

Dia meraihnya dan lalu membalikkan penisku ke anusnya, sesuatu yang pernah kulakukan sebelumnya, namun tidak dengannya. Pelan-pelan dia mendorong pantatnya ke belakang. Kulihat barangku jadi bengkok sebab tekanan itu, kepala penisku mulai membelah lubang anusnya, namun belum masuk. Kemudian tiba-tiba masuk begitu saja, kepalanya saja.

agen pokerqq

Dia mengerang. Lalu, dia terus mengurangi ke belakang dan menyimak aku memasukkan batang penisku seluruhnya. Aku tak dapat menampik rangsangan ini, kuraih pinggangnya dan mendorong lebih keras lagi guna meyakinkan aku sudah memasukinya seutuhnya. Kuputar pinggangku, meyakinkan dia dapat menikmati setiap mili senjataku didalamnya, aku terpesona akan pemandangan penisku yang terkubur dalam lubang anusnya.

Saat nyaris seluruhnya kemudian kutekan lagi ke depan. Berikutnya aku benar-benar keluarkan penisku dan menggodanya, mengoleskan kepalanya saja pada lubang anusnya. Lalu benar-benar kusingkirkan menjauh dan melesakkan batang penisku pulang kedalam lubang anusnya. Aku bergerak maju mundur dengan cepat. Pelan, cepat, pelan dan keras. Tak terlampau lama orgasmeku mulai naik. Dia tentu dapat merasakannya sebab dia mulai memainkan tangannya pada vaginanya, berjuang untuk meraih orgasmenya sendiri. Untung saja dia mendapatkannya sebelum aku.

Saat kurasakan orgasmenya segera meledak, aku bergerak semakin liar. Pantatnya bergoyang dalam masing-masing hentakan. Dia mulai merintih dengan keras seiring hentakanku terhadapnya. Tak kuhentikan gerakanku ketika orgasme merengkuhnya, milikku segera datang! Kudorong diriku sejauh yang kubisa dan tidak mempedulikan spermaku bersarang dalam lubang anusnya. Isteriku berteriak ketika orgasme datang padanya secara berkesinambungan seiring ledakan spermaku yang kuberikan padanya. Akhirnya, aku selesai, namun dia menemukan orgasme sekali lagi ketika kepala penisku dari jepitan lubang anusnya.

Isteriku mencuci tubuhku kemudian mendorongku dari kamar mandi. Aku melangkah ke kamar kami dan berganti pakaian. Baru saja aku selesai menggunakan pakaian ketika isteriku dari kamar mandi.

“Tadi benar-benar indah” katanya.
“Mungkin harus mengulanginya lagi nanti. Sekarang keluarlah dan nonton TV.”

Anak-anakku, semuanya bertingkah normal. Aku lihat pertandingan bola, dan mereka mengerjakan apa yang biasa mereka lakukan di hari Minggu sore.

Sisa seminggu tersebut normal-normal saja. Gadis-gadis pergi ke sekolah dan Isteriku pergi kerja laksana biasanya. Tak terdapat seorangpun yang bicara atau menanyakan mengenai kejadian minggu lalu.

bandar sakong

Isteriku terlampau letih tiap malamnya sepulang dia kerja. Anak-anakku pun bersikap laksana tak pernah terjadi apapun. Aku jadi mulai beranggapan apakah itu khayalanku atau aku memiliki mimpi tentang itu?

Saat aku kembali kerja di hari Jum’at, anak-anaku meminta ijinku apa temannya boleh menginap nanti malam. Cindy hendak menghabiskan pulang akhir minggunya bareng kami dan Eva hendak temannya Ami bermalam juga. Aku suka Ami. Dia anggun. Kalau saja aku masih remaja, aku tentu akan mengajaknya kencan. Dia, laksana Eva, mempunyai sosok sempurna. Bedanya Ami mempunyai wajah yang bisa membuatnya dengan gampang jadi seorang model bila dia mau.

“Hey! Dimana kalian?” teriakku, “Saatnya makan!”

“Ya!” kudengar jawaban dari kamar Irma. Tapi tak terdapat seorangpun yang datang guna makan.

Aku menghampiri ke kamar Irma dan ternyata pintunya terbuka. Saat aku menengok kedalam, kulihat semua gadis dengan sekian banyak posisi tanpa pakaian. Kudorong pintunya supaya lebih terbuka.

“Apa yang kalian lakukan?”

“Sedang menantikan Papa.” Eva membalas dan menghampiri lalu unik tanganku supaya masuk.

“Kami tidak mempedulikan Papa minggu kemarin, namun akhir pekan ini Papa tak bakal dapat lolos.”

“Sudah Papa bilang. Mama kalian bakal membunuhku!” tangkisku.

“Tidak, aku tak bakal melakukannya!” kudengar suara isteriku ketika kulihat dia mengusung kepalanya salah satu paha Irma.

“Gadis-gadis ini menginginkanmu! Bisa apa aku menampik mereka?”

Eva unik tanganku ke tengah kamar. Baru lantas aku sadar bila dia tak mengenakan selembar benangpun. Kupandangi tubuhnya. Apa yang kusaksikan ini jauh lebih baik dari yang kubayangkan. Payudaranya besar namun kencang dengan putingnya yang menantikan untuk segera dihisap.

Kurasakan puting Eva membesar dalam mulutku, kemudian kutaruh diantara gigiku dan mulai menggigitnya pelan. Saat aku sedang sibuk dengan tersebut kurasakan terdapat tangan yang turun resletingku. Lalu tangan tersebut merogoh kedalam celana dalamku penisku. Aku menyaksikan ke bawah dan kudapati Ami sedang menunjukkan penisku ke mulutnya dan segera saja dihisapnya.

Baca Juga : Ngentot Memek Perawan Adik kelas

Kutelusuri lekuk tubuh Irma dengan tanganku hingga pada vaginanya yang tak berambut, dan menyelipkan jariku padanya. Dapat kurasakan kehangatan dalam vaginanya dan basah ketika jariki kutekankan masuk dengan pelan. Aku berusah guna mendorongnya lebih dalam lagi, namun terasa terdapat yang menyangga gerakanku. Eva memandangku.

“Ya, Eva masih perawan, dan jari Papa ialah benda kesatu yang menginjak vagina Eva. Eva harap penis Papalah yang kedua.” aku menunduk ke Eva, bibir kami seakan melebur bersama, suatu ciuman yang sempurna.

Sementara itu, Ami masih mengoralku. Usahanya jelas dominan padaku. Aku menyaksikan kebawah, kepalanya bergerak maju mundur pada batang penisku. Aku tak hendak mengeluarkan sperma kesatuku dalam mulut Ami sementara ada opsi lainnya. Vagina perawan Eva dihadapanku. Maka kukeluarkan penisku dari mulut Ami.

“Kita bisa melanjutkannya nanti.” kataku padanya.

Kudorong Eva ke kasur tidur, menindihnya dengan lembut. Kucium dia lagi kemudian ciumanku bergerak ke sekujur tubuh telanjangnya. Kujilati lehernya, dan kutinggalkan bekas disana supaya dia menilik kejadian estetis ini nantinya. Kemudian aku bergerak ke dadanya, menghisapi putingnya. Ini mengakibatkan sejumlah lenguhan dari mulutnya. Saat kugigit lembut putingnya dan punggungnya terangkat tidak banyak keatas sebab terkejut. Lalu turun ke perutnya sampai akhirnya bermuara pada vaginanya yang tak berambut.

Kupandangi sejenak kemudian kubenamkan hidungku pada celahnya. Aroma yang dari vaginanya semakin membuatku mabuk. Saat kugantikan hidungku dengan lidah, akibatnya jadi jauh lebih baik lagi. Saat ujung lidahku menikmati untuk kesatu kalinya nyaris saja membuatku orgasme! Eva sudah basah dan siap guna aksi selanjutnya. Penisku membesar dan keras dengan menginginkan apa yang segera menantiku didepan wajahku ini.

Ciumanku bergerak keatas dan berlabuh dalam lumatan bibirnya lagi seiring dengan kepala penisku yang menguak beranda keperawanannya. Eva mengalungkan lengannya dileherku dan mengapit pinggangku dengan kakinya ketika aku berjuang untuk memasukinya lebih dalam lagi.

Baca Juga : Ngentot Cewe Abg Perawan Smu Dirumah

Dapat kurasakan kehangatan yang menyambut kepala penisku. Aku mustahil menahannya lebih lama. Eva paling panas, basah dan rapat!

Pelan tetapi pasti kutingkatkan tekananku pada vaginanya. Dapat kurasakan bibirnya melebar menyambutku, ke-basahannya mengundangku masuk. Kehangatan vaginanya membalut kepala penisku ketika aku menyeruak masuk. Aku terus mengurangi kedalam dengan pelan meskipun aku hendak segera melesakkannya kedalam dengan cepat semua batang penisku. Akhirnya bisa kurasakan dinding keperawanannya, batas kesudahannya sebagai seorang gadis guna menjadi seorang perempuan seutuhnya. Kupandangi dia tepat di mata.

“Sayang, ini akan tidak banyak sakit, namun Papa janji sakitnya sebentar saja.” kurasakan kakinya mengapit pinggangku lebih rapat ketika aku merobek pertahanan akhirnya. Akhirnya jebol pun dinding itu.

“Aargh! Gila! Sakit, Pa!” katanya dengan mata yang berkaca-kaca. Vaginanya memegang erat batang penisku, ototnya bereaksi pada penyusup dan rasa sakit.

“Tenang sayang, sakitnya bakal segera hilang.” dan kuteruskan mengurangi ke dalam hingga akhirnya terbenam seluruh di dalamnya. Aku diam sejenak, membiarkannya guna beradaptasi.

“Gimana? Udah baikan?” tanyaku. Dia anggukkan kepalanya.

“Aku merasa penuh, rasanya aneh. Tapi pun terasa enak berbarengan.”

Aku mulai unik dengan pelan, hanya sejumlah inchi, dan lantas mendorongnya lagi dengan lembut. Aku cemas menyakitinya, namun dalam masa-masa yang sama aku tak hendak segera menembakkan spermaku. Aku hendak menikmati rasa vaginanya sekitar mungkin. Kurasa dia mulai bisa menikmatinya, kepalanya mendongak ke atas dan matanya terpejam.

Kupercepat kocokanku, menariknya nyaris keluar dan menekannya masuk pulang dengan pelan, merasakan rasa sempit vaginanya pada penisku. Eva mulai memutar pinggulnya seiring hentakanku. Tempo dan nafsu kami semakin bertambah cepat. Kurendahkan tubuhku dan menghirup lehernya dan bahunya. Tiap gerakan tubuh kami mengantarku semakin dekat pada batas akhir.

“Ya Pa! Ya! Rasanya Eva nyaris sampai!”

“Papa pun sayang!” Dan kulesakkan ke dalamnya guna yang terakhir kali. Menekan bertentangan arah dengannya mengupayakan sedalam barangkali saat kuledakkan sperma semprotan demi semprotan kedalam vaginanya. Dapat kurasakan cairan kami bercampur dan meleleh dari vaginanya mengarah ke ke buah zakarku.

Tubuh Eva bergetar di bawahku, tangan dan kakinya mendorongku merapat padanya. Pelan kutarik dan kudorong lagi semakin dalam padanya ketika persediaan spermaku kesudahannya benar-benar kosong. Kutatap matanya kemudian menciumnya.

“Eva, ini ialah seks terbaik yang pernah Papa dapatkan.” aku lupa bila kami tak sendirian dikamar ini.

“Aku dengar itu!” kata isteriku.
“Kita bakal lihat apa kita dapat mengganti anggapanmu itu!”

Dengan semua gadis-gadis tersebut dalam kamar ini, aku sadar ‘kesenanganku’ baru saja bakal dimulai