CERITA DUNIA PERAWAN NGENTOT ISTRI KAKAK SENDIRI

CERITA DUNIA PERAWAN NGENTOT ISTRI KAKAK SENDIRI

Situs Perawan, Cerita Dunia Perawan, sex sedarah, cerita dewasa, ngentot sedarah, ngentot tante, tante hot, cerita seks dewasa, cerita hot sex, selfie bugil, gambar dewasa, cerita seks, komik porno, komik bokep, cerita sex sedarah, jilbab binal, cerita ngewe, cerita dewasa jilbab, lesbian jilat memek, ngesek jilbab, cerita sex tante

CERITA DUNIA PERAWAN NGENTOT ISTRI KAKAK SENDIRI

CERITA DUNIA PERAWAN NGENTOT ISTRI KAKAK SENDIRI-Pengalaman-pengalaman saya ini dibuka pada akhir tahun lalu, yang pun adalahperkenalan kesatu saya dengan suatu Website kisah cerita dewasa laksana.

Sebelum kejadian-kejadian tersebut, saya ialah seorang ibu lokasi tinggal tangga yang baik dan tanpa cacat (menurut keterangan dari saya lho). Usia saya 40 tahun. Saya mempunyai 2 orang anak dua-duanya laki-laki. Anak saya terbesar Tony berumur 15 tahun di ruang belajar 3 SMP, sementara sikecil Endy masih berusia 4 tahun. Suami saya bekerja di sebuah instansi pemerintah dan kami hidup normal dan bahagia.

Sejak dia disunat lima tahun yang kemudian saya, nyaris tidak pernah lagi menyaksikan anak saya tersebut telanjang. Tony telah dapat mengurus dirinya sendiri. Tinggi Tony selama 158 cm dan sudah nyaris sama dengan tinggi saya yang selama 162 cm. Samar-samar saya dapat menyaksikan rambut kemaluannya yang tampaknya masih sedikit. Kejadian Tony membelai-belai kemaluannya ini dilangsungkan terus sekitar lebih tidak cukup empat-lima menit lamanya.

Apa yang saya lihat selanjutnya menciptakan saya paling tergetar. Tubuh Tony terlihat mengejang dengan kakinya agak terangkat lurus kaku, sedangkan tangannya memegang erat batang kemaluan tersebut sekuat-kuatnya.

Eeegh, heeggh . Tony merintih agak keras, dan ya ampun, yang tidak saya sangka-sangka kesudahannya terjadi juga. Dari lubang di kepala batang kemaluannya terpancar cairan putih kental. Tony yang saya anggap anak kecil tersebut memuncratkan air mani. Memek saya terasa menjadi basah dan napas saya menjadi tersengal sengal. Tony masih terus mengurut-urut batang kontolnya dan air mani yang tersisa terlihat mengalir sedikit-sedikit dari lubang kencing di kepala kontolnya.

Agen Poker Terbaru

Sesudah berlalu shalat saya intip dari dalam, ternyata dia ialah Budi. Ia ialah suami dari ipar (adik suami) saya. Saya paling dekat dengan Dian, istri Budi. Saya pun mempunyai hubungan baik dengan Budi. Ia berumur kira-kira 36 tahun, berwajah tampan dengan kulit putih dan kuakui lebih tampan dari suami saya. Perawakannya tidak tinggi, sekitar 164 cm, nyaris sama dengan tinggi saya. Dia bekerja di instansi yang sama dengan suami saya (mungkin hasil kkn ya ?)

Saya membuka pintu. Budi tersenyum menyaksikan saya walaupun saya tahu dia agak heran menyaksikan saya tidak berpakaian laksana biasanya.

Apa kabar kak Win, sapanya, Saya membawakan titipan pakaian dari Dian, guna Endy.

Eh, mari masuk Bud, baru dari kantor ya ?, dan saya persilakan dia masuk.

Saya lalu memungut barang yang diangkut Budi dan meletakkannya di meja makan. Meja santap terletak di ruang tengah tidak jauh dari meja komputer. Ruang tengah bersangkutan langsung tanpa pembatas dengan ruang tamu di unsur depan dan dapur di unsur kiri. Dapur bisa terlihat jelas dari ruang tamu.
Sambil duduk di sofa ruang tamu, Budi menuliskan, Saya tadi ketemu kak Kamal di kantor katanya baru kembali jam enam nanti. Kamal ialah suami saya. Mana anak-anak, Win ?, kata Budi lagi.

Tony sedang main ke lokasi tinggal teman dari siang tadi dan katanya barangkali baru kembali agak malam kata saya.

Tiba-tiba saya menyadari bahwa kami berdua saja. Terus terang, Budi dan Dian ialah kerabat yang sangat saya sukai sebab perangai mereka berdua yang sopan dan terbuka. Saya duduk di sofa di seberang agak ke samping dari kursi sofa yang diduduki Budi.

Apa kabar Dian, Bud, tanya saya.

Dian sejumlah hari ini tidak cukup sehat, kira-kira telah semingguan lah, kata Budi.

Bagaimana Tony, Win ?, apa enggak ada latihan yang terbelakang ?, Budi balik bertanya.

Poker Terbaru

Yah, si Tony telah mulai oke koq dengan pelajarannya. Mudah-mudahan saja sih prestasinya terus-terusan bagus, saya jawab.

Tiba-tiba Budi bilang. Wah, kayak-kayaknya Tony semakin getol main komputernya yah Win, kan sudah nyaris SMA. Deg perasaan saya, semua empiris internet jadi terbayang kembali. Terutama terbayang pada Tony ketika ia beronani di depan komputernya.

Eh, mengapa kak Win, koq kaya laksana orang bingung sih ?, Budi menyaksikan perubahan sikap saya.

Ah, tidak apa-apa kok. Tapi si Tony memang tidak jarang sekali main komputer. kata saya. Saya seketika merasakan keberduaan yang mendalam di ruangan itu. Saya merasa semakin canggung dan terdapat perasaan berdebar. Untuk mengelak dari perasaan tersebut saya menawarkan minum pada Budi, Wah lupa, anda mau minum apa Bud ?.

Kalau tidak merepotkan, saya mohon kopi saja deh, kata Budi. Saya tahu, Budi memang sangat suka minum kopi.

Tunggu sebentar ya, kata saya ke Budi. Sebelum menciptakan kopi guna Budi, dan pastinya Budi dapat menyaksikan dengan leluasa. Saya menjadi merasa agak jengah. Tetapi entah kenapa ada perasaan beda yang muncul, saya merasa sexy dan terdapat perasaan puas bahwa Budi menyimak penampilan saya yang sudah lumayan umur ini.

�Wah maaf ya Bud, agak lama, kini saya bikin dulu kopinya. kata saya. Saya dapat menikmati Budi memandang saya dengan perhatian yang lebih walaupun tetap paling sopan. Ia tersenyum, namun lagi-lagi pandangannya menyambar unsur bawah tubuh saya. Secangkir kopi yang masih panas saya bawa ke ruang tamu. Tepat di depan sofa terdapat meja pendek untuk menempatkan penganan kecil atau juga minuman.

Ayo di minum kopinya Bud, nanti keburu dingin, kata saya.

Oh, ya, ya, terima kasih, kata Budi sambil memungut kopi yang memang masih panas, seraya kembali pandangannya menyambar ke arah unsur dalam paha saya.

Apa tidak riskan terlalu tidak sedikit minum kopi, nanti ginjalnya kena, tanya saya untuk memenuhi pembicaraan.

Poker Online Uang Asli Terbaru

Memang sih, namun saya telah kebiasaan, kata Budi. Sekitar tiga menitan saya ngobrol dengan Budi merundingkan masalah kopi, seraya tetap mengawal posisi saya. Saya lihat Budi mulai gelisah dan mukanya agak pucat. Apakah ia terangsang, tanya saya dalam hati.

Saya lantas bangkit dan duduk di sofa di lokasi semula saya duduk. Saya duduk dengan menyilangkan kaki dan menumpangkan paha yang satu ke atas paha yang lain. Saya menyaksikan lagi Budi sekilas melirik ke unsur tubuh saya .

Eh Bud, mengapa kamu? Kamu kok kayaknya pucat lho, astaga suara saya tersiar gemetar.

Ah, kak Win , enggak apa-apa kok, suara Budi terputus-putus, wajahnya agak tersipu, merah dan terlihat pucat.

Itu kok terdapat tonjolan, memangnya anda kenapa?, kata saya seraya menggangukkan kepala ke tonjolan di celananya. Ahh, saya malu sekali waktu menyampaikan itu, namun nafsu saya mengungguli semua benak normal.

Ehh, euuuh., oh yahh ., ini lho, penampilan kak WIN lain sekali dengan biasanya kata Budi jujur seraya terbata-bata. Saya paksakan diri guna mengatakan.

Apa Budi tertarik . terangsang menyaksikan kak Win?.

Tiba-tiba saja Budi berdiri dan duduk di sebelah saya. Kak Win, . eh saya minta mohon maaf, namun saya tidak sanggup menyangga perasaan. Kak Win tidak boleh marah begitu saja meluncur kata-kata tersebut dari Budi. Ia menyampaikan dengan paling perasaan dan sopan. Saya terlongong-longong saja mendengar kata katanya.

Ahh Bud, itu kata yang terucap dari mulut saya. Dengan beraninya Budi mulai memegang tangan kanan saya dan mengusap-usapnya dengan lembut. Diangkatnya tangan saya dan diciumi dengan lembut. Dan yang menggairahkan saya, jari-jari tangan saya dijilat dan dihisapnya. Saya terayun dan terangsang oleh perbuatannya. Tiba-tiba saja diletakkannya tangan saya tepat di atas kontolnya yang menonjol. Tangan saya terasa mengejang menyentuh benda yang keras dan liat tersebut. Terasa kontol Budi bergerak-gerak menggeliat dampak sentuhan dan remasan tangan saya.

Poker Online Terbaru

Eehhmm. Budi mendesah. Tanpa terasa saya mulai meremas-remas tonjolan itu, dan kontol batang Budi terasa semakin bergerak-gerak.

Oooh kak Win, eeehhhmmm ohhgg, nikmaat sekali, Budi mengerang.

Eeehhh . tidak boleh terlalu keras kak meremasnya, ahh diusap-usap saja, saya fobia tidak powerful nahannya, bisik Budi dengan suara gemetar.

Budi mulai mengelus kepala saya dengan kedua tangannya. Kak Win lehernya putih sekali, katanya lagi.
Aaauungghh ooohhhh, saya mulai mengerang-erang. Napas Budi pun terdengar memburu, Heeeghh hhnghh, ia mulai mendesah-desah. Muka kami kini berlepotan ludah, bau ludah terhirup tetapi paling saya nikmati. Dikenyot-kenyotnya lidah saya sekarang sambil menjelajahkan lidahnya di rongga mulut saya. Dijilat-jilatnya pun leher saya. Sekali-kali leher saya digigit-gigit. Ohhh , betapa nikmatnya, saya sangat merasakan yang ia kerjakan pada saya.

Indah sekali badan kak Win. Putih sekali, katanya. Diusap-usapnya perut saya.

Ahh, kak Win telah tua dan tidak langsing lagi kok Bud, kata saya agak tidak banyak malu, sebab perut saya telah agak gemuk dan mulai membusung dengan adanya lemak-lemak. Tetapi Budi terlihat tidak perduli. Diciumnya lembut perut saya dan dijilatnya tidak banyak pusar saya. Rasa geli dan nikmat menjalar dari pusar dan pulang bermuara di wilayah kemaluan saya.

Budi memindahkan perhatiannya ke susu saya. Diusap-usapnya susu saya dari balik BH. Perasaan geli namun nyaman terasa pada susu saya. Tanpa diminta saya buka BH saya. Kini kedua susu saya terpampang tanpa penutup. Bayu memandangi kedua gundukan di dada saya dengan muka serius. Susu saya tidaklah besar dan sekarang sudah agak menggantung dengan pentil berwarna coklat muda. Kemudian ia mulai membelai-belai kedua susu saya. Merinding nikmat terasa susu saya. Semakin lama belaiannya pulang menjadi pijitan-pijitan sarat nafsu. Kenikmatan terasa menerjang kedua susu saya.

Poker Baru

Saya mengerang-erang menyangga rasa nikmat ini. Kini dijilatinya pentil susu yang sebelah kanan. Tidak puas dengan tersebut dikenyotnya pentil tadi dalam-dalam seraya meremas-remas susu. Tangan Budi kini menjalar ke unsur celana dalam saya. Ahhh, kak Win celananya telah basah sekali, kata Budi. Enghh, iya Buud, kak Win sudah paling terangsang, ooohhh, nikmat sekali, kata saya. Tepat di unsur depan memek saya, jari-jarinya membelai-belai bibir memek melewati celana dalam. Rasa geli bercampur nimat yang spektakuler menerjang memek saya.

Ohh, estetis sekali, kata Budi. Diusap-usapnya rambut jembut saya yang hitam lebat.

Lebat sekali kak, paling merangsang, kata Budi. Dibukanya kedua belah paha saya, dan didorong sampai lutut saya menempel di perut dan dada. Bibir-bibir memek saya sekarang terbuka lebar dan bisa saya rasakan lubang memek saya terbuka. Saya merasa terdapat cairan merembes terbit dari dalam lubang memek. Saya sudah paling terangsang. Tiba-tiba saja Budi berlutut di lantai dan ohhhhh, diciumnya memek saya.

Ahh, tidak boleh Bud, malu, di situ kan bau, kata saya kagok.

Bau nikmat kak, kata Budi tidak perduli. Dijilatinya memek saya. Perasaan nikmat menyerbu wilayah selangkangan saya. Saya tidak dapat berbicara apa-apa lagi dan menikmati yang dia lakukan. Dijilatinya kelentit saya, dan sekali-sekali dijulurkannya lidahnya masuk ke lubang memek yang sudah paling basah itu. Ujung lidah Budi terbit masuk lubang kesenangan saya, kemudian beralih ke kelentit, terus berganti-ganti.

Tangan Budi meremas-remas susu saya dengan bernafsu. Slerp, slerp , bunyi lidah dan mulutnya di memek saya. Kenikmatan semakin memuncak di memek saya, dan terasa menjebol masuk sampai ke perut dan benak saya. Tanpa saya sadari, tangan saya menjulur maju dan mengelus kontol itu. Ogghhh besarnya, dan betapa kerasnya. Saya remas kepalanya, oohhhh Keras sekali, saya peras-peras kepalanya. Budi mengejang-ngejang dan terbit cairan jernih menetes-netes dari lubang di kepala kontolnya.

Daftar Poker Online

Ahhhhh, tidak boleh kak Win, saya nggak tahan, nanti saya muncrat keluar, bisiknya seraya mengerang.

Saya inginkan keluarkan di dalam memek kak Win saja, boleh yahhh Kak ?, kata Budi lagi.

Ahh, iya, Buud , cepetan masukin ke memek kak Win, ayoohh, kata saya. Kontol yang keras tersebut saya tarik dan tempelkan serupa di depan lubang memek saya yang basah kuyup oleh cairan memek dan ludah Budi. Tidak sabar saya rangkul pantat Budi, saya jepit pula dengan kedua kaki saya, dan saya paksa tekan pinggulnya.

Kenikmatan mendera memek saya kembali. Kontol tersebut terus masuk menjebol sedalam-dalamnya. Dasar lubang memek saya telah tercapai, namun kontol tersebut masih lebih panjang lagi. Belum pernah saya menikmati sensasi kesenangan seperti ini. Saya tergolek menikmati kehormatan kontol itu. Budi mulai meremas-remas susu saya dengan kedua tangannya. Tiba-tiba kontol tersebut mengenjot memek saya terbit masuk dengan cepatnya. Saya tidak dapat menahannya lagi, orgasme pulang melanda, sedangkan kontol tersebut tetap terbit masuk dipompa dengan cepat dan bertenaga oleh Budi.

Aduuuhh, Buud, nikmat sekali, aku nggak powerful lagi . Saya merengek-rengek sebab nikmatnya.
Hheehhhheh, sebentar lagi saya keluaaaar kaak , kata Budi. Kocokannya semakin menjadi-jadi. Tiba-tiba terasa tubuhnya menegang. Ahhhuuuggh, saya terbit kaaaak, erang Budi tertahan-tahan. Kontol Budi terbernam sedalam-dalamnya. Crut cruutt . crutt, saya menikmati ada cairan hangat memancar jauh di dalam memek saya seolah tanpa henti. Budi mendekap saya erat-erat seraya menyemprotkan cairan maninya didalam memekku. Mukanya terlihat menegang menyangga kenikmatan. Ada selama satu menit ia meregang nikmat sambil mendekap saya.

Sesudah tersebut Budi menghela napas panjang. Saya tidak tahu apakah saya menyesal atau tidak, namun yang tadi paling nikmat. Terima kasih kak Win. Diciuminya muka saya. Saya tidak dapat berbicara apa-apa. Air mata saya menetes keluar. Saya paling menyesali yang sudah terjadi, namun saya pun menikmatinya paling mendalam.

Situs Poker Online Terbaru

Saat tersebut saya pun merasakan penyesalan Budi. Saya tahu ia paling menyayangi Dian istrinya. Tetapi nasi telah menjadi bubur.

Sejak kejadian itu, kami pernah mengulangi berzina satu kali. Itu kami kerjakan kira-kira di minggu ketiga bulan puasa, pada malam hari. Yang kedua tersebut kami melakukannya pun dengan menggebu-gebu. Sejak tersebut kami tidak pernah melakukannya lagi sampai kini. Kami masih tidak jarang bertemu, dan berpandangan sarat arti. Tetapi kami tidak pernah betul-betul untuk mencari peluang melakukannya. Budi paling sibuk dan saya mesti mengurusi Ilham yang masih kecil.