Cerita Seks Dengan Ibu Tetangga Hot

Cerita Seks Dengan Ibu Tetangga Hot

Cerita Seks Dengan Ibu Tetangga Hot, Cerita Seks Online Ngentot Tante Sabrina, Cerita Seks Hot, Cerita Porno, Cerita Mesum, Cerita Pengalaman Seks, Cerita Panas. Master QQ, Master Domino, Master Poker, Master Pkv Games. Master 99, Master 99 Domino QQ Poker, Master QQ Poker 99 Domino, Master 99 Qiu Qiu, Master Qiu Qiu 99, Master 99 Pkv Games

Cerita Seks Dengan Ibu Tetangga Hot

Cerita Seks Dengan Ibu Tetangga Hot-Tante Liday, suaminya perwira di satuan (edited) dan kami bertetangga. Kamar tidurku pas di sebelah dapur mereka (kami bermukim di komplek, di lokasi tinggal dinas sebab ayah saya tersebut pegawai sipil AD). Jadi urusan yang biasa, bangunan awalnya terpisah di satu perumahan lama-lama di bina dan tergabung.

Dinding pemisah di depan kamarku tersebut pakai batu karawang dan diblokir dengan eksemplar seng. Di depan dapur Tante Liday tersebut mereka buat lokasi cuci baju sebenarnya. Tapi si tante suka mandi di situ. Nah, aku telah lepaskan ujung seng pemisah, jadi dapat mengintip.

Buah dadanya besar. Pernah sekali kuintip terus, dia tahu dan hanya bilang, “Ayo anda ngapain?” katanya. Hari Sabtu gw suka main ke rumah nya, anaknya masih kecil-kecil. Aku suka ke sana karena tLidayk sedikit majalah dan koran dari kantor si oom. Dan si oom lagi tugas belajar 1 tahun guna naik pangkat ke Bandung. Di situ terdapat ibunya Tante Liday bermukim di situ juga, dia telah janda; anaknya Tante Liday 2 orang, waktu tersebut umurnya 2 – 3 tahunan. Ia menikah setamat SMA masa-masa itu.

Kurang lebih jam 09.00 malam aku masih ajjh asyik bongkar majalah majalah tua dan si tante nya memanggil dari kamar. “To, bantu dong Tante agak pegel, pijetin ya!” Biasa kami memang suka saling tolong, kadang ibu saya mohon dikerokin sama Tante Liday atau Tante Liday mohon dibuatkan kue, begitu deh tetangga yang baik. Aku sih tLidayk curiga walaupun tLidayk jarang aku intip.

Lagi pula anak-anaknya masih pada bangun nonton video di kamarnya. Biasa film kartun. Aku rada tak mau karena masih asyik baca, sebenarnya. Pintu kamar tLidayk ditutup, si oma masih di dapur sedang beberes, jadi tLidayk ada keadaan yang menyokong untuk ngeres-ngeres. Aku masuk ke kamar masih seraya menenteng majalah, aku pikir seraya mijati (paling punggungnya, aku pikir) aku inginkan baca.

Master 99 Domino QQ Poker

Waktu di kamar aku lihat Tante Liday gunakan daster batik (itu lho yang murahan di Pasar Senen, 5 ribu ya satunya). “To, ini leher Tante kok kencang dan badan rasanya pegel linu, inginkan flu kali ya,” katanya. Kemudian dia duduk menghadap TV di kamar di ranjang besar (ukurannya king, bila tLidayk salah) dan katanya, “Pakai tersebut saja To, krim Viva.” Aku ambil dan duduk di belakangnya, sebab dia di tengah aku jadinya duduk pun ke tengah ranjang dan Tante ada salah satu kakiku, majalah aku buka di samping kanan, aku setengah hati inginkan pijat sebab sedang baca tulisan menarik. Bisa dibayangi ya suasananya, masih ribet, terdapat anak-anak, terdapat ibunya, suara TV kencang. Pokoknya aku sih tLidayk terdapat intensi apa-apa.

Tante Liday membuka daster resleting belakangnya, dan aku tuang lotion ke telapak dan mulai memijat lehernya, seraya baca majalah. Terasa lehernya memang hangat lebih dari normal. Aku pijat pelan-pelan dan si tante mendesah keasyikan (aku memang pintar mijat kayaknya). Sudah lumayan lama si tante ngomong, “Tolong ke deket punggung bawah dong? dan sletingnya turuni lagi saja biar gampang.” Aku tarik sleting dan dasternya tersibak jauh ke kanan dan kiri. Aku agak surprised sebab tLidayk terdapat tali BH (mestinya masa-masa mijat leherku telah tahu ya sebab di atas bahu tLidayk terdapat tali, dasar tLidayk niat jadi tLidayk konsen).

Aku tuang lagi lotion dan kusaputkan di punggungnya, “Uhh dingin,” kata Tante Liday sambil menunduk ke depan lebih jauh. Aku pijati bahunya dan dasternya agak merosot dan dari kaca meja hias di sebelah pojok kanan TV aku menyaksikan bukit susunya mulai tersembul setengah lebih dan pikiranku tiba-tiba agak mendesir, mulai deh ngeres. Majalah telah tLidayk aku lihat lagi, penis terasa mulai keras dan aku sengaja memijatnya agak kugoyang-goyang bahunya dengan asa dasternya merosot lagi.

Master QQ Poker 99 Domino

Cerita Seks Dengan Ibu Tetangga Hot – Eh, sebab agak pas, tLidayk inginkan turun lagi. Wah bagaimana nih, aku agak maju duduknya namun belum merapatkan deretan ke badan Tante Liday. Aku mulai memijat ke arah tanggan atas dan kagak sengaja kudorong daster nya lagi dan kali ini langsung berhasil, debar jantungku tambah kencang dan mulutku mulai kering.

Dasternya turun lagi dan pinggir pentil buah dadanya telah kelihatan. Tapi masa-masa kudorong lagi justeru tLidayk inginkan turun, aku kecewa dan si tante pun diam saja. Ya telah aku nikmati seadanya di kaca itu. Lalu aku pijat terus ke arah punggung dan aku terdapat ide, aku ulur tanganku memijat dengan keempat jariku mendekati meraba pangkal buah dadanya, lama aku memijat dan aku berjuang semakin ke depan keempat jariku (bisa dibayangi tLidayk). Ya, cukup aku dapat pun tepi-tepi buah dadanya. Si tante diam saja seraya nonton TV, aku pun tLidayk berani melanjutkan macam-macam (takut ditampar pula).

Aku pijat kian turun ke pinggang dan dasternya sulit menghalangi, jadi aku pijat dari luar (padahal bila sekarang aku tentu berani ngomong, “Tante ini dasternya dimulai saja ya..” dasar masih tolol masa-masa itu). Dari pinggang aku terus ke pantatnya dan ketika tersebut penisku telah keras kencang. Tiba-tiba si tante bergeser, pegal mungkin duduk diam terus, dan agak mundur, aku tLidayk sempat mengelak dan pantatnya kena penisku.

Aku gunakan celana pendek training dari kain kaos masa-masa itu. Dia kaget dan di kaca aku lihat dia agak mesem namun masih diam. Aku pun terpana dan merasa salah. Tapi ya aku pun tLidayk geser menghindari, jadi aku biarkan saja. Terus si tante ambil selimut besar dan menutupi kakinya dan pahanya. Kemudian si tante menyender agak ke belakang dan bisiknya, “Pijetin paha mulus Tante dong!” Nah aku inginkan tLidayk mau sebab dari belakang jadinya harus merapatkan badan.

Master 99 Qiu Qiu

Cerita Seks Dengan Ibu Tetangga Hot – Aku ulurkan tangan ke depan ke paha atasnya, agak bingung dan saat aku lihat di kaca dia senyum, seraya merem matanya, buah dadanya masih kelihatan sisi atasnya dan pungungnya terasa lumayan hangat di dada ku dan muka ku dekat sama lehernya yang jenjang. Aku tak sengaja bernafas di lehernya dan telinganya dan dia menggelinjang geli. Ya, aku pun jadi berani dan kuulurkan tangan ke depan memijat paha atas dari bawah selimut. Eh, si daster rupanya telah disingkap ke atas dan aku terpegang paha Tante Liday tanpa daster lagi.

Lututku telah lemas dan nafasku telah tLidayk tertata mendesah di lehernya yang jenjang. Aku pijat pelan-pelan dan tiba-tiba aku merasa tangan Tante Liday menjamah ke belakang dan menyentuh penisku. Aku laksana kena lisrik dan sempat agak menjerit, eh si tante bilang, “Ssst.. diam. Apa sih ini keras bener?” tanyanya seraya nanar menatap aku di kaca.

Dan tangannya meraba kian ke tengah penis dan tiba-tiba dia membuka kancing celana (kalian tahu kan celana kain kaos itu, kancing “cepret”-nya hanya dua dan aku memang tLidayk gunakan celana dalam lagi). Dan Tante Liday menggenggam batang penisku. “To, raba terus pahaku di atasnya, aku pun masukkan tanganku, astaga!. Kagak ada cd nya.” Dan gw teruskan jari jemariku (sudah gw berani dan otak aku telah kacau tLidayk peduli terdapat anak-anak di lantai bawah di depan kami itu, dan suara si oma di dapur masih klontang klonteng orang berberes). Lebih kaget lagi aku tLidayk mengejar rambut apa-apa di pangkal paha atas Tante Liday itu. Padahal masa-masa aku intip tempo hari seingatku lebat sekali tuh.

Kuraba-raba terus dan di kaca kelihatan Tante Liday mukanya laksana orang bingung keasyikan (padahal aku belum masukkan ke lubangnya, masih bego aku, sebab ini empiris kesatuku, eh aku waktu tersebut masih di SMP ruang belajar 3).

Master Qiu Qiu 99

Tante Liday agak mengangkangkan pahanya dan aku terus mengusap-usap dan menangkupkan telapakku di bukit gundul itu, tLidayk tahu harus apa (uih guoblook tenan bila kata Basuki). Hangatnya bukan main, sedangkan tangan si tante masih mengurut-urut lembut batang penisku, aku duduk agak maju lagi. Auhh, enaknya bukan main deh dipegang sama perempuan itu. Badan Tante Liday harum pun karena lotion dan terdapat semerbak jasmine. Kulit Tante Liday tersebut hitam manis. Akhirnya dia menyender total dan tanganya di penis dan buah zakarku, ujung penisku telah kuyup sama seminal fluid yang keluar.

Aku telah kepingin benar menangkupkan tangan di buah dadanya namun susah sebab pasti dapat kelihatan anak-anaknya. Tiba-tiba aku hendak kencing dan agak sakit rasanya, aku bingung dan kesudahannya aku bilang tante bahwa aku hendak kencing. “Ohh.. ya sudah anda ke kamar mandi Tante situ!” Aku bangun dan ke kamar mandi dan seraya menyesel-nyesel fobia nanti si tante berubah pikiran. Aku kencing dan.. astaga! tersebut kepala penis telah benar-benar basah, bila tLidayk sebab kehalang kencing telah orgasme barangkali tadi itu. Setelah kencing aku bersihkan si kepala jamur yang telah merah tua sekali warnanya.

Waktu aku balik, si tante telah kemulan sama selimut seraya duduk, aku duduk lagi di pinggir ranjang dan Tante Liday bilang, “Ayo To, pijetin lagi, anda duduk lonjorkan kakimu!” Wah aku jadi motivasi lagi, penisku telah agak layu separuh ereksi. Kancing “cepret” celana pendekku aku tLidayk kancing lagi. Begitu duduk aku rapatkan lagi deretan (he he..he laksana baris berjajar saja). Aku kaget sebab ternyata dasternya tLidayk ada, layak Tante Liday kemulan selimut. Dan dia tLidayk duduk namun berlutut bersimpuh agak nungging ke depan.

Master 99 Pkv Games

Cerita Seks Dengan Ibu Tetangga Hot – Dia membisik kan, “To, biar Tante duduk diatas pangkuanmu ajjh.” Aku melonjorkan kaki rapat dan si tante mengangkang kemudian duduk berlutut pantatnya serupa di atas penisku, aku benar-benar separuh masih merasa apa ini mimpi basah saja. “Kamu pengen pegang susu Tante kan, mari kamu raba.” Dan di dalam selimut tersebut aku bebas, tanganku merajalela. Duh enaknya memerah susu kenyal, dan putingnya terasa kasar di telapak tanganku, mendadak mengeras dan si tante begitu aku meremas gemetar dan bibirnya tampak di kaca digigitnya. Aku meremas-remas laksana tukang roti mengaduk adonan roti. Tangan Tante Liday pun tLidayk diam, dia menggenggam penisku dan digosok-gosokkan di bibir vaginanya. Aku merasa spektakuler hangat tersebut bukitnya. Dan tanganku kedua-duanya aktif sekali. Jariku memilin pulir-pulir dan melintir putingnya, besarnya terdapat sebesar jari kelingking (anaknya gemar sekali ASI kali ya). Ukuran buah dadanya berapa ya, terdapat 38C barangkali.

sponsored by #Masterkiu, Master Domino, Master QQ, Master Poker, Master Pkv Games, Master 99, Master 99 Domino QQ Poker
Cerita Sex DewasaCerita Sex DewasaCerita Sex Dewasa
Cerita Seks Dengan Ibu Tetangga Hot ¦ Situsperawan.com
http://situsperawan.com/cerita-seks-online-ngentot-tante-sabrina