Ngentot Teman Kantor Dimotel Memek Gatel

Ngentot Teman Kantor Dimotel Memek Gatel

Ngentot Teman Kantor Dimotel Memek Gatel, gentot di kntor, ngentot di kantor, film porno di kantor, mesum dengan teman kerja, teman kerja, ngentot sama teman kerja, ngentot rekan Nikmatnya, bercinta dengan teman kantor di Hotel, Cewek Bispak Indonesia Ngentot, gentot sama temen kerja, mesum bersama teman kantor, Ngentot Dengan Teman Sekantor

Ngentot Teman Kantor Dimotel Memek Gatel

Nama saya Riyan. Seperti pria pada umumnya, aku sangat menyukai hubungan intim yang bebas untuk dilanjutkan sampai kepuasan tertinggi. Apalagi jika pasangan saya tidak banyak berharap lebih selain kepuasan seksual. Saya biasanya

Advertisement
sangat bergairah terhadap wanita yang demikian. Itulah yang ada antara saya dan Gracia.

Ini terjadi selama 3 tahun terakhir. Umurku kini 36 tahun sementara Gracia berusia 29 tahun. Memang kami akhirnya berhenti berhubungan karena ia harus pindah ke luar kota sementara saya tetap di Jakarta. Namun kisahku dengan dia selalu men kenangan, bahkan sering merangsangku.

Gracia adalah seorang ibu dari dua anak dan bersuamikan pria yang baik, memiliki pekerjaan lumayan di sebuah perusahaan milik pemerintah. Gracia sekitar 165 cm. Badannya cukup langsing dengan pantat yang agak menonjol. Inilah yang sangat menggairahkan saya.

Hubungan kami bermula dari kedekatan tempat duduk yang membuat kami sering ngobrol di kala senggang. Aku suka memuji pakaiannya dengan kalimat-kalimat yang mengarah ke urusan nafsu. Misalnya, “rokmu bagus deh hari ini, seksi banget kelihatannya” . Luar biasanya, jawaban Gracia lebih mengarahkan lagi, “seksi gimana, hayo, jelasin dong..”

Aku biasanya langsung ngejelasin bahwa lekuk tubuhnya terlihat dan enak dipandang. Dia senang aku memujinya. Hal-hal begini terjadi dan makin lama makin brani, namun tanpa pernah ia tersinggung atau marah. Nampaknya dia santai-santai aja dan menikmati percakapan, sejauh apapun.

Pada suatu waktu, kamu keterusan ngobrol tentang hubungannya dengan sang suami. Kebetulan paginya, katanya, ia baru bersenggama dengan suaminya, namun nggak mencapai orgasme. Sementara suaminya selalu orgasme. Saya langsung memancing,” lagi nanggung dong skarang, ya”. Eh, nggak nyangka dia menjawab,”napa, mo bantu nerusin nih. emang mampu?”.

agen dominoqq

 

Wah, bagi saya kesempatan nih. Aku langsung mengarahkan pembicaraan ke makan siang bareng di luar kantor. Dia mau banget. “Gimana kalo makannya di tempat yang berdua aja”, aku membuka obrolan di mobil ketika kami berangkat mencari tempat makan.

Gracia menjawab dengan pertanyaan sambil melihat ke arahku yang sedang nyetir,” di mana?”. Pikiranku tidak lain ke motel jam-jaman tentunya. Di situ bisa nonton tv, ngobrol, pesen makanan, dianterin ke kamar, bayar, tanpa harus ketemu muka dengan pengantar makanan.

Aku jelasin semua itu, dia malah nyambung,”masa cuman nonton tv, ngobrol, makan..”. Ini jawaban yang ngeresin banget. Aku merasakan desakan dari dalam celanaku, ereksi yang dahsyat.

Akhirnya kami tiba di motel. Ngobrol-ngobrol lebih jauh, ternyata dia memang telah sering ke motel dengan suaminya ketika pacaran dulu. Saya sangat maklum, pantes Gracia nggak kelihatan risi atau kaku sama sekali.

Baru 2-3 menit, ia sudah merapatkan badannya ke tubuhku sambil berkata,” puasin aku ya..”. Aku langsung merapatkan bibirku ke bibirnya. Kamu berciuman sangat bernafsu. Lidahnya duluan masuk ke mulutku sambil meraba-raba setiap sudut dalam mulut.

Tanganku telah masuk ke dalam celana dalamnya dari samping. Agak basah. Jari tengahku mengusap-usap klitorisnya. Ini membuat ia tak tahan. Tanpa komando apa-apa, posisi kami berubah men posisi 69. Kami saling mengisap sambil, ” aaaah.. eeeeh..haaaaaaahhh. .” Ketika bibirku mengulum klitorisnya, ia melenguh panjang keenakan,” aaaauu.. enak, Di”. Aku lakukan ini sekitar 5 menit sampai Gracia mendorongku kemudian mengangkang di sampingku. “Ayo Di, nggak tahan nih. Masukin cepet..”

Aku berputar menaikinya, mengarahkan kontolku ke liang senggamanya yang sudah sangat basah. Perlahan-lahan ku dorong masuk.. enak sekali. Gracia melenguh,” aaaaah.. ya teruuuss Di.”. Perlahan-lahan ku pompa liang senggamanya sementara dia memaju-mundurkannya dengan badan yang sangat kaku. Rupanya ia mengejar orgasmenya yang pertama. “Terus Diiii, aku suka banget. “. Semenit kemudian badannya mengeras total sambil berteriak,” aaaaaaaaah. udah Di aku dapet. aaaaah”.

agen bandarq

“Enak banget, sayang”, katanya setelah agak tenang Aku kaget dia memanggilku dengan sebutan sayang. “Kamu sayang aku ya?”, aku bertanya sambil memulai memompa liang senggamanya lagi. “Iya dong, aku sayang kamu yang telah memuaskanku, selain menyayangi suamiku yang baik itu lho”, Gracia menjawab.

Kami bertempur lagi dan nampaknya Gracia telah terangsang lagi. Kadang-kadang aku memutarmutar pantatku dengan arah yang berlawanan dengan putaran pantat Gracia. Kami benar-benar menikmati hubungan seks kami yang pertama. Akhirnya aku hampir mencapai puncak,” Gracia, aku mo nyampe nih.aaaahhh” . “Yaaaah, aku juga”. Semenit kemudian aku mencapai orgasme yang luar biasa sambil berteriak,” aaaaaahhh.”. Gracia juga ternyata mencapai orgasmenya yang kedua sambil melenguh keras sekali,” aaaaauuuu.. Enak Di. enaaaak”. Kami terdiam sejenak. Setelah reda, kami berciuman lagi secara lembut sekali. Kemudian kami mandi bersama.

Di bawah shower, kontolku tegang lagi. Gracia juga terangsang karena ku gesek-gesek ke vaginanya ketika kami mandi sambil berpelukan. Akhirnya kami bersenggama lagi, kali ini sambil berdiri. Karena sulit melakukannya sambil berdiri, kami kembali ke tempat tidur untuk menyelesaikan satu putaran kenikmatan. Lagi-lagi aku mengalami hubungan seks yang sangat ekspresif. Karena Gracia sangat ekspresif, nggak malu-malu, aku sangat terangsang. Akhirnya kami mencapai kepuasan bersama, setelah aku harus menahan orgasme sebentar karena Gracia belum akan orgasme. Akhirnya kami meledakkannya bersama-sama, ” aaahhhhhh… aaaahhh.”.

Sampai pertengahan 2003 kami rutin berhubungan 2 atau 3 kali seminggu. Kami melakukannya tanpa saling menuntut, kecuali menuntut kepuasan. Saya tidak pernah bermaksud memperistrinya, dia juga tidak pernah berangan-angan hendak bercerai dan menikah dengan saya. Cocok benar kemauan saya dengan kemauan dia. Saya kami hari berpisah. Skarang saya harus agak sering melakukannya sendiri, sambil berkhayal tentang hubungan seksku dengan Gracia